Belum lama ini kita dikejutkan dengan beberapa kematian yang sangat tragis yang menimpa anak-anak dibawah usia. Kita tentunya mendengar seorang ibu dan seorang anaknya meninggal karena kekurangan makan, sedangkan seorang lagi masih dapat diselamatkan. alangkah sebuah tragedi yang menyesakan jika kita selalu memandang bahwa kita ini adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. ini tentunya menjadi sebuah pertanyaan bagi kita semua? akan dibawa kemanakah negera yang makmur ini?. Kisah kematian di makasar tersebut tentunya harus jadi cambuk bagi pemerintah setempat ataupun pusat untuk segera membenahi semua sektor, jangan setelah adanya kematian baru pejabat setempat meluangkan waktu untuk menjenguk sang korban, berpura-pura menjaga dan menyayangi. Sebuah ilusi yang terus berkembang di negara yang makmur ini. Belum lama juga hati kita miris melihat seorang ibu membunuh kedua orang anaknya di sebuah bak mandi, dengan cara di tenggelamkan di daerah bekasi. Sebuah ironi memang jika suatu kondisi ekonomi yang kekurangan dapat menyebabkan pembunuhan yang sadis. Sebuah beban depresi mental yang sedang di alami ibu itu di akibatkan oleh keterpurukan ekonomi yang terus menerus, walaupun ada sebagian yang beranggapan bahwa roda ekonomi kita sudah maju. Kedua cerita pembunuhan tersebut hanyalah sebagian kecil dari kejadian-kejadian yang telah terjadi di indonesia selama ini, di daerah lain seperti jawa tengah, jawa timur, jawa barat juga pernah terjadi kasus-kasus serupa. Dengan kejadian semua ini, kita sangat berharap akan segera berakhir, dan mudah-mudah kita semua dapat membantu saudara-saudara kita yang kekurangan, dan tidak ada lagi pembunuhan karena kondisi keuangan.
http://www.bisnis.com/ekonomi
Senin, 17 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar